Imbang Lawan Bhayangkara FC, PSM Gagal Salip Persija

03 December 2018 by
Imbang Lawan Bhayangkara FC, PSM Gagal Salip Persija

Tak ada pemenang di laga Bhayangkara FC vs PSM Makassar dalam lanjutan pekan ke-33 Go-Jek Liga 1 2018. Melakoni pertandingan di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu kepolisian (PTIK), Senin (3/12) malam WIB, kedua kesebelasan berbagi angka 0-0. 

Atas hasil imbang ini, PSM berada di peringkat kedua dengan raihan 58 poin. sekaligus gagal mengkudeta Persija Jakarta dipuncak klasemen sementara. Di sisi lain, Bhayangkara FC tetap berada di peringkat keempat dengan raihan 50 poin.

Pada laga kali ini Bhayangkara FC turun gelanggang dengan kekuatan penuh. Satu yang paling mencolok tentu kehadiran Paulo Sergio yang mengawal lini tengah The Guardian

Sempat absen di laga menghadapi Persebaya Surabaya pekan lalu, sosok Portugal akan menopang Elio Martins dan Vendry Mofu di lini depan dalam balutan pakem 4-4-2 khas pelatih Simon McMenemmy.

PSM tak kalah juang. Datang ke Jakarta, pelatih Roberts Rene Albert mengusung formasi 4-3-3. Mark Klok dan Wijan Pluim didapuk menjadi leader di lini tengah guna menopang M. Rahmat, Guy Junior dan Alessandro Leonardo di lini depan. Sementara untuk mengawal lini belakang, Abdurrahman dan Steven Paulle masih menjadi tembok pertahanan.

Derasnya intensitas hujan di Ibu Kota sebelum laga berlangsung diprediksi membikin laga berjalan dengan tempo lambat di awal laga. Alih-alih demikian, pertandingan justru menggebrak di menit-menit awal.

PSM lebih dahulu mengancam gawang Wahyu Tri saat laga baru berusia tiga menit. Akan tetapi, sepakan jarak jauh sosok Belanda masih melambung. 

Berselang lima menit, Sergio yang mendapat pengawalan ketat dari Abdurrahman dan Paulle berhasil membikin pertahanan PSM kelabakan hingga membuat situasi pelanggaran. Namun, usaha pemain 30 dalam melakoni eksekusi sepakan bebas masih mampu ditepis penjaga gawang Hilmansyah.

Selepas dua peluang berbuah gol, PSM memang unggul dalam urusan penguasaan bola. Selain itu, para winger mereka juga rajin memberikan asupan pada lini depan.

PSM tak berhenti menekan di 15 menit awal, setelahnya Vladimir dan Indra Khafi berkali-kali harus memblok sepakan para pemain-pemain PSM. Ambil contoh saat sepakan Sandro menit ke-30 usai berhasil melakukan gerakan memutar dan melepaskan sepakan langsung, usahnya mampu digagalkan barisan belakang Bhayangkara. 

PSM sejatinya bisa saja membuka keran gol mereka saat laga menyisakan lima menit jelang turun menit. Guy Junior, setelah mendapatkan situasi satu lawan satu dengan Wahyu Tri, gagal menuntaskan peluang. 

Jika ada pemain yang membikin Rene Alberts bawel di laga kali ini adalah pergerakan Sergio. Semenit jelang babak pertama berakhir sepakan gelandang 30 tahun berhasil mengarah ke gawang, namun Hilmansyah hadir sebagai pahlawan mematahkan kans Bhayangkara FC.

 

 

Berlanjut ke babak kedua, PSM yang butuh tiga angka guna menyalip Persija Jakarta di peringkat pertama tanpa basa basi menekan. Bahkan lima menit usai kembali dari ruang ganti, M. Rahmat berhasil membikin Wahyu Tri jatuh bangun mengamankan gawangnya.

Akan tetapi, usaha PSM tampaknya harus menemui jalan berliku. Memasuki menit ke-57 mereka harus kehilangan Hasim Kipuw karena terlibat perkelahian dengan Elio Martins. 

Kejadian bermula saat Elio berupaya merebut bola dengan menarik seragam Kipuw. Tak terima, Kipuw melayangkan pukulan ke muka Elio. Kedu tim sempat saling sikut mendebati wasit Hidayana dan pada akhirnya Bhayangkara juga harus menelan kerugian lantaran wasit memutuskan bahwa keduanya didakwa bersalah dan menerima kartu merah. 

Selepas kartu merah yang diterima kedua kesebelasan, tensi pertandingan meningkat. Beberapa kali pelanggaran mewarnai jalannya laga hingga menit ke-65.

Akan tetapi, tensi tinggi bukan berarti tanpa adanya peluang. Bhayangkara FC, ketika memasuki menit ke-70, mendapat peluang via Herman Zumafo yang masuk menggantikan Mofu. Berhasil melepaskan dari dari penjagaan Abdurrahman, pemain 39 tahun ini berhasil membikin Hilmasyah jatuh bangun hingga menghasilkan sepak pojok. 

 

 

Bhayangkara FC juga kembali membikin Rene Alberts berkali-kali memarahi anak asuhnya dari pinggir lapangan. Dua tusukan Sergio sejatinya nyata berbuah gol. Akan tetapi, satu-satunya peluang yang membikin gagal adalah tepisan Hilmasyah.

PSM yang kian gencar melancarkan serangan 10 menit jelang bubaran. Lowongnya lini tengah imbas hanya bermain dengan 10 berbanding 10 berhasil dimanfaatkan Asnawi Mangkualam Bahar yang masuk sebagai pemain pengganti.

Akan tetapi, McMenemy paham dengan situasi tersebut. Empat pilar di lini belakang dipertebal dengan menarik Lee Yu-jun ke lini belakang. Alhasil, setiap serangan balik PSM kandas ketika memasuki sepertiga pertahanan Bhayangkara.

Dan pada alhirnya, saat tambahan waktu dua menit di babak kedua, baik Bhayangkara maupun PSM gagal mencetal gol. Hasil 0-0 mewarnai pertemuan kedua musim ini. 

 

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

loading...
946 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
kilana syechan 18 December 2018 | 20:20:51

gapapa mungkin peluangnya di musim depan

Heru Hendarwan 18 December 2018 | 20:15:31

sangat disayangkan PSM ga jadi juara

nuri sari 18 December 2018 | 19:08:45

ayo psm pantang menyerah

Ahmad Ardiansyah 18 December 2018 | 19:05:51

semangat terus PSM semoga tahun depan lebih bauk mainnya

Achel Mafia 18 December 2018 | 15:10:19

psm sebenarnya lebih layak juara nih

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Recommended For You

To Top